Senam Artistik
1.
Pengertian Senam Artistik
Senam artistik adalah salah satu disiplin olahraga
senam,
dan merupakan cabang sangat populer pada Olimpiade.
Pada hari pertandingan seorang pesenam melakukan sebuah rangkaian gerakan
singkat (bervariasi mulai dari 30 sampai dengan 90 detik) untuk setiap alat
yang berebda, sementara untuk meja lompat membutuhkan waktu yang lebih singkat.
Senam artistik berada di bawah naungan Federation
Internationale de Gymnastique (disingkat FIG) yang menyusun manual
penilaian dan regulasi untuk semua aspek dari kompetisi elite internasional.
Sementara dalam lingkup nasional, senam diatur oleh masing-masing federasi
nasional, British Amateur Gymnastics Association (disingkat BAGA) di Britania Raya,
USA Gymnastics (disingkat USAG) di Amerika
Serikat, dan Persani di Indonesia
.
2.
Sejarah Senam Artistik
Senam ritmik pada PON XVII 2008 di Samarinda
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani,
yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh
atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk
menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak
dipertandingkan. Baru pada akhir abad ke-19,
peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk
dipertandingkan. Pada awal Olimpiade modern, senam dianggap sebagai suatu
demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport (Bannes and
Company, New York, 1960), senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak
atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk
otot-otot tubuh seperti pergelangan tangan, punggung,
lengan,
dan sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga unsur-unsur jungkir
balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Definisi senam menurut Drs. Imam Hidayat dalam buku Penuntun Pelajaran
Praktek Senam (STO Bandung, Maret 1970), "Senam ialah latihan tubuh
yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara
sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis."
Olahraga senam terdiri dari
bermacam-macam nomor: senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif,
senam irama, turnen, dan senam artistik. Senam dari tahun ke tahun mengalami
penyempurnaan dan semakin berkembang. Nomor senam yang dulunya tidak untuk
dipertandingkan, sejak akhir abad ke-19 mulai dipertandingkan, dan dibentuklah
wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique
(FIG), yang mengelola antara lain :
- Senam artistik (artistic gymnastics)
- Senam ritmik (modern rhytmic)
3.
Perkembangan Senam Artistik di Indonesia
Senam artistik mulai dikenal di
Indonesia pada saat menjelang Pesta Olahraga Negara-Negara
Berkembang I (GANEFO) di Jakarta
pada tahun 1963. Di GANEFO I, senam artistik merupakan salah satu cabang
olahraga yang dipertandingkan, sehingga perlu dibentuk suatu organisasi untuk
menyiapkan para pesenam. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963
dengan nama PERSANI (Persatuan Senam
Indonesia) atas prakarsa tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan
mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya berasal dari
tokoh-tokoh dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur,
Sumatera
Utara. Persani kemudian membina dan menghasilkan atlet-atlet senam
yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan pertama kalinya pula pesenam-pesenam
Indonesia menghadapi pertandingan internasional. Kegiatan selanjutnya Persani
adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo
Asia. Pelatih-pelatih senam dari RRC didatangkan untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia,
sehingga Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam.
Perkembangan latihan dengan pelatih dari RRC harus berhenti sementara karena
kepulangan pelatih-pelatih dari RRC setelah meletusnya Gerakan 30 September.
Pada tahun 1967, T.J. Purba dikirim
ke Jerman Timur untuk mengikuti sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26
bulan sebagai upaya mengejar ketinggalan Indonesia dalam cabang olah raga
senam. Titik tolak kedua perkembangan olah raga senam di Indonesia adalah
dimasukkannya cabang olahraga senam artistik untuk pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya,
dan seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
4. PERALATAN SENAM ARTISTIK
A.
UNTUK PUTRA ADA 6 ALAT YANG DI GUNAKAN
v Floor
axercise ( lantai )
Ukuran : 12 m x 12 m persegi
v .
POMMEL HORSE ( KUDA-KUDA PELANA )
Ukuran: panjang 1.60 m – 1.80 m
Lebar 35 cm
Tinggi 1.10 m
Jarak pegangan 40 - 45 cm
v RING (GELANG – GELNG )
Ukuran:Tinggi 2.8 – 3 m
Jarak antara lingkaran 50 cm
Jari – jari lingkaran18 cm
v Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 2 m
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 2 m
v Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.20 m
Tinggi 1.35 m
Panjang 1.20 m
Tinggi 1.35 m
v HORIZONTAL BAR (PALANG TUNGGAL)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
B.
UNTUK PUTERI ADA 4 (EMPAT) ALAT :
·
HORSE VAULT (KUDA-KUDA LOMPAT)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
·
UNEVEN BARS (PALANG BERTINGKAT)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m – 1.60 m
Tinggi palang atas 2.30 m – 2.50 m
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m – 1.60 m
Tinggi palang atas 2.30 m – 2.50 m
·
BALANCE BEAM (BALOK KESEIMBANGAN)
Panjang 5m
Tinggi 1.20 m
Panjang 5m
Tinggi 1.20 m
·
FLOOR EXERCISE (LANTAI)
Ukuran 12 x 12 m
Ukuran 12 x 12 m
5.
Kelas dalam enam
artistik
Pada
senam artistik dengan alat, kelas yang dilombakan untuk kategori putra adalah
sebagai berikut:
– palang horizontal
– all-round perorangan
– palang sejajar
– kuda-kuda
– gelang-gelang
-kompetisi team
– palang horizontal
– all-round perorangan
– palang sejajar
– kuda-kuda
– gelang-gelang
-kompetisi team
Pada
senam dengan alat, kelas yang dilombakan untuk kategoro putri adalah sebagai
berikut:
-senam lantai
-palang seimbang
-all-round perorangan
-kompetisi tim
-palang tidak sejajar
-senam lantai
-palang seimbang
-all-round perorangan
-kompetisi tim
-palang tidak sejajar









Tidak ada komentar:
Posting Komentar