Rabu, 18 Februari 2015

senam alat



Senam Artistik

1.      Pengertian Senam Artistik
Senam artistik adalah salah satu disiplin olahraga senam, dan merupakan cabang sangat populer pada Olimpiade.
Pada hari pertandingan seorang pesenam melakukan sebuah rangkaian gerakan singkat (bervariasi mulai dari 30 sampai dengan 90 detik) untuk setiap alat yang berebda, sementara untuk meja lompat membutuhkan waktu yang lebih singkat. Senam artistik berada di bawah naungan Federation Internationale de Gymnastique (disingkat FIG) yang menyusun manual penilaian dan regulasi untuk semua aspek dari kompetisi elite internasional. Sementara dalam lingkup nasional, senam diatur oleh masing-masing federasi nasional, British Amateur Gymnastics Association (disingkat BAGA) di Britania Raya, USA Gymnastics (disingkat USAG) di Amerika Serikat, dan Persani di Indonesia
.

2.      Sejarah Senam Artistik
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/PON17_Gymnastics.jpg/200px-PON17_Gymnastics.jpg
Senam ritmik pada PON XVII 2008 di Samarinda
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad ke-19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal Olimpiade modern, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport (Bannes and Company, New York, 1960), senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti pergelangan tangan, punggung, lengan, dan sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Definisi senam menurut Drs. Imam Hidayat dalam buku Penuntun Pelajaran Praktek Senam (STO Bandung, Maret 1970), "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis."
Olahraga senam terdiri dari bermacam-macam nomor: senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, dan senam artistik. Senam dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Nomor senam yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, sejak akhir abad ke-19 mulai dipertandingkan, dan dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
  1. Senam artistik (artistic gymnastics)
  2. Senam ritmik (modern rhytmic)

3.      Perkembangan Senam Artistik di Indonesia
Senam artistik mulai dikenal di Indonesia pada saat menjelang Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang I (GANEFO) di Jakarta pada tahun 1963. Di GANEFO I, senam artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, sehingga perlu dibentuk suatu organisasi untuk menyiapkan para pesenam. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) atas prakarsa tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya berasal dari tokoh-tokoh dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Persani kemudian membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan internasional. Kegiatan selanjutnya Persani adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia. Pelatih-pelatih senam dari RRC didatangkan untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia, sehingga Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Perkembangan latihan dengan pelatih dari RRC harus berhenti sementara karena kepulangan pelatih-pelatih dari RRC setelah meletusnya Gerakan 30 September.
Pada tahun 1967, T.J. Purba dikirim ke Jerman Timur untuk mengikuti sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan sebagai upaya mengejar ketinggalan Indonesia dalam cabang olah raga senam. Titik tolak kedua perkembangan olah raga senam di Indonesia adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik untuk pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.

4.      PERALATAN SENAM ARTISTIK
A.    UNTUK PUTRA ADA 6 ALAT YANG DI GUNAKAN
v  Floor axercise ( lantai )
Ukuran : 12 m x 12 m persegi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHmnTDNHW2q3tCBfFT0nNhUlRMr7Q6BqbLqw6PzECEmd45LAuDn4C-QfYUlnnAgXAY9clEt15rACoEiafg-AxBOzHCpFtzLPGLLvWi85ZewCttl11lDrd1K5GRjwBqMLdGtJil9-AGO2BN/s320/lantai.jpg
v  .     POMMEL HORSE ( KUDA-KUDA PELANA )
Ukuran: panjang 1.60 m – 1.80 m
   Lebar 35 cm
             Tinggi 1.10 m






Jarak pegangan 40 - 45 cm
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZqkvwr-N_IZelg0Hzp3xeAsY7ikNhrxLDQ-1GkGI_qpprXW0aUSKELIASYChmK7j_pu9Jpc2DcWIOVZp4dH4HgpFe4FMYxGE5KAER31ng_9r8zI-BNJK0LawnpIkWCKHRscNFWMrCqO2p/s320/Img_Popup_-922337203685477580807132010095513_115x115.jpg
v  RING  (GELANG – GELNG )
Ukuran:Tinggi 2.8 – 3 m
              Jarak antara lingkaran 50 cm
              Jari – jari lingkaran18 cm

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfNav_LZnguEkMhmecc1G2RVbKVkFV4sYtRX5Hpr47CYpNsUMz25mxudsB6pRPisp54PaMf5mzmXt3GXV0SuMHIquCBSUojrS2Yym-vtGv5GREiRwwi5HO0QZVEfg7eiz3Z_bea88z44pY/s320/rings.jpg
v  Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 2 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHHdvmPoQGWuvyRjGNl7WadUKeH72APcTLcKcFRNpEvtlNO7ZibOuPHoFJpYgtU07WFGg8Sh8l3AFa_OSwjedp7C4VQU5cPSqEo2qoZqlLJnKF1KPSMU9cB2HZgxtntiM7kAZzGBPBROUF/s320/palang+sejajar.jpg
v  Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.20 m
Tinggi 1.35 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4Mnf5y_QHoqCj5pIGnGl-Fs381rGaGHucqnLP0QI9w_87_BRm0nQDCKhMczrzEhMt7dEsAcp5k1CzXNiXznD_Iv0MITLMhWtI67CzGZY0piYK9YVSiFcDafdEsCaIsrXeLiaz7sbv7dz9/s320/asasa.jpg


v  HORIZONTAL BAR (PALANG TUNGGAL)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTsKwpOn8BowaGCB2jEG3-rgdHeBZlQNhOZMC_kKS2jL-xfS0iHr7GHexu6fCzO4nEmqvNmeKKqGxgVSEiwrOS7d6zL3JWnWSnoEm660FVxIY9U8ZIpmOIKaEc4tN4mwLGYv0LTezwL__A/s320/Image.jpg


B.     UNTUK PUTERI ADA 4 (E­MPAT) ALAT :
·         HORSE VAULT (KUDA-KUDA LOMPAT)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m





·         UNEVEN BARS (PALANG BERTINGKAT)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m – 1.60 m
Tinggi palang atas 2.30 m – 2.50 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV5uR4b7dDMdU9JBLyRcYDe-6z19mdlVPxDUestsdn6j9X1UAo6yQf4FmKkpno0rupXFE0O35GiHuiz2JFo27a8dW-KT9VcBmFc1gicLPhyabSzU75SivYfklgeW4QYjyhMYyIDu0ZAjh-/s320/palang+bertingkat.jpg

·         BALANCE BEAM (BALOK KESEIMBANGAN)
Panjang 5m
Tinggi 1.20 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHgPzo7FiXec4B3na910lYiH-AhABP5xZqtf7Iw84AaUmc-RCCdsBKBaxD8Yl094sEkc4pISg-TMJkCsQDSYS2d4l0tjLLikHzWX1vtoPp0EXJPfv7Rcg4q0qbrI27gQWRgN4kvBp7_Wj5/s320/palang+keseimbangan.jpg








·         FLOOR EXERCISE (LANTAI)
Ukuran 12 x 12 m
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHmnTDNHW2q3tCBfFT0nNhUlRMr7Q6BqbLqw6PzECEmd45LAuDn4C-QfYUlnnAgXAY9clEt15rACoEiafg-AxBOzHCpFtzLPGLLvWi85ZewCttl11lDrd1K5GRjwBqMLdGtJil9-AGO2BN/s320/lantai.jpg




5.      Kelas dalam enam artistik
Pada senam artistik dengan alat, kelas yang dilombakan untuk kategori putra adalah sebagai berikut:
– palang horizontal
– all-round perorangan
– palang sejajar
– kuda-kuda
– gelang-gelang
-kompetisi team
Pada senam dengan alat, kelas yang dilombakan untuk kategoro putri adalah sebagai berikut:
-senam lantai
-palang seimbang
-all-round perorangan
-kompetisi tim
-palang tidak sejajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar